Imbas WFH dan PSBB Corona, Internet di RI 24 Jam Hidup Terus

Imbas WFH dan PSBB Corona, Internet di RI 24 Jam Hidup Terus
Layanan Indihome dan First Media mencatat perubahan pola konsumsi masyarakat. Perubahan pola konsumsi ini membuat penggunaan traffic cenderung merata sepanjang hari di kala pandemi virus corona Covid-19. Sebelum kebijakan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) imbas corona, traffic puncak biasanya terjadi di sore dan malam hari. Indihome juga mencatat peningkatan penggunaan internet di malam hari sebesar 12 persen. “Tak hanya siang tapi malam juga meningkat, siang naik 14 persen, malam hari naik 12 persen sejak masa WFH ini. Kenaikan luar biasa, 24 jam hidup terus,” kata Direktur Consumer Service, Telkom Indonesia, Siti Choiriana dalam konferensi virtual dengan MarkPlus, Selasa (21/4). Tak hanya itu, Indihome mencatat platform edukasi digital bertumbuh hampir 2900 persen di saat pemberlakuan. Layanan platform edukasi digital miliki Indihome, Indihome Study mencatat peningkatan traffic sebesar 2859 persen. Sedangkan platform edukasi digital Ruangguru meningkat 400 persen. Lonjakan hampir 3 ribu persen ini merupakan angka pertumbuhan antara traffic sebelum WFH (15 Februari s/d 15 Maret) dengan traffic setelah WFH (16 Maret s/d 14 April).
Platform edukasi digital, pembatasan aktivitas di luar rumah juga membuat penggunaan aplikasi konferensi video meningkat hampir 9000 persen..
Aplikasi konferensi video milik Indihome, UMeetMe meningkat 8900 persen, sementara penggunaan Zoom meningkat 3800 persen. Siti juga mengatakan pihaknya secara keseluruhan mencatat peningkatan edukasi digital sebesar 60 persen. Penggunaan untuk komunikasi di Indihome juga meningkat 35 persen. Di sisi lain, Siti mengatakan peningkatan traffic di gim naik 2 persen, sedangkan traffic e-commerce naik 1 persen. “Dengan berbagai di situasi  Covid-19, ini segalanya dilakukan dengan konferensi video. Belajar dan bekerja dengan konferensi video. Kerja dengan konferensi video, anak sekolah pakai konferensi video, ceramah juga konferensi video.  Ustad dan pendeta pakai streaming,” kata Siti. Siti menjelaskan WFH tak hanya meninggikan WFH tapi juga meningkatkan permintaan kecepatan layanan atau service level. Siti menjelaskan kebutuhan akan internet ini membuat pengguna menginginkan layanan yang serba cepat. Siti mengatakan saat ini pengguna Indihome telah mencapai 7,2 juta rumah. Dengan asumsi satu rumah terdapat lima orang, maka Siti mengatakan jumlah pengguna Indihome mencapai angka 36 juta orang. “Service level-nya naiknya juga tinggi. Jadi maintenance biasanya tiga jam, sekarang mereka tidak mau. Saat ini instalasi one day service juga tidak mau lagi,” kata Siti. Dihubungi terpisah, Deputy CMO PT Link Net Tbk, Santiwati Basuki mengatakan First Media mencatat perubahan pola konsumsi masyarakat. Perubahan pola konsumsi ini membuat penggunaan traffic cenderung merata sepanjang hari. “Mengenai peningkatan jumlah pelanggan baru di saat WFH seperti sekarang ini, kita ada peningkatan permintaan rata-rata sekitar 30 persen dibandingkan bulan-bulan sebelum WFH,” tutur Santi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (29/4). Santi juga mengatakan First Media mengalami peningkatan traffic rata-rata sebesar 48 persen kala periode WFH dan PSBB. “Salah satu peningkatan yang kami lihat adalah untuk pemakaian data untuk penggunaan Netflix di kisaran rata-rata 20 persen peningkatan; dan, kami yakini juga ada peningkatan untuk penggunaan aplikasi video call atau online meeting,” kata Santi.
admin

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *