Sehari Belajar di Luar Kelas

Kampanye “Sehari belajar di luar kelas” adalah kegiatan di satuan pendidikan yang dilakukan di luar kelas pada hari yang telah ditentukan dan serentak dilakukan secara global, serta disepakati bersama oleh seluruh warga satuan pendidikan.

Sepertiga jumlah penduduk Indonesia atau sejumlah kurang lebih 79,6 juta orang berusia anak yaitu dibawah 18 tahun;
 Dua pertiga jumlah anak yang berada di Indonesia (± 53 Juta) adalah anak usia sekolah, mereka harus dipastikan tetap belajar di sekolah/madrasah/setara minimal 12 tahun sampai menyelesaikan pendidikan dasar;
 Sepertiga hidup anak berada di satuan pendidikan;
 Saat ini masih banyak hal-hal yang membahayakan anak di satuan pendidikan seperti misalnya: makanan yang tidak sehat, sarana prasarana yang tidak ramah anak, asap rokok, napza, bencana, kekerasan dalam berbagai bentuknya, informasi tidak layak dalam berbagai bentuknya (pornografi, kekerasan, SARA, radikalisme, intoleran, dlsb);
 Diperlukan satuan pendidikan yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman untuk anak dan warga yang sangat ditunjang oleh program berbasis sekolah yang ada melalui Sekolah Ramah Anak;
 Jumlah SRA saat ini (Bulan Agustus 2019) sebanyak 22.170 SRA dari ±250 ribu satuan pendidikan, diperlukan upaya percepatan dalam semua bentuknya agar semua satuan pendidikan MAU menjadi SRA;
 Proses pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu ciri dalam melaksanakan SRA;
 Salah satu bentuk kegiatan yang mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan tersebut dan menjadi salah satu strategi percepatan cakupan SRA adalah belajar di luar kelas;
 Tahun 2017 Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, melakukan kerjasama dengan Ketua Outdoor Classroom Day (OCD) Global yang berada di Inggris;
 Tahun 2017 Indonesia pertama kali mengikuti OCD Global dan mendapatkan peringkat ke-2 dunia setelah London (info OCD Global);
 Tahun 2018 Indonesia kembaliberpartisipasi untuk kedua kalinya;
 Tahun 2019 Indonesia kembali berpartisipasi untuk ketiga kalinya secara mandiri tanpa kerjasama dengan OCD Global di London dengan mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Ramah Anak melalui Sehari Belajar di Luar Kelas”;
 Kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas” yang diikuti oleh Indonesia tetap berada dalam kerangka Sekolah Ramah Anak.

Tema: “Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Melalui Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas”
Tagar: #sekolahramahanak #seharibelajardiluarkelas #anakgembira,

Kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas” di SMK Negeri Kebasen diikuti oleh Seluruh siswa kelas X dan XI berjumlah 620 siswa, sementara kelas XII tidak mengikuti kegiatan ini karena sedang melaksanakan Simulasi UNBK.

Kepala SMK Negeri Kebasen dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas diharapkan dapat menjadi penggugah semangat semua komponen sekolah untuk mewujudkan Sekolah yang menyenangkan bagi semua pihak. Bapak P. Widiyanto, S.Pd selaku Kepala SMK Negeri Kebasen juga memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selaku Institusi pencetus ide, serta semua jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi JawaTengah serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, serta Bapak Ibu Guru Karyawan di lingkungan SMK Negeri Kebasen Kab. Banyumas

Acara dimulai Pukul 07.00 dan diakhiri Pukul 11.00 untuk kemudian anak-anak melanjutkan pembelajaran seperti biasa di dalam kelas.

Kegiatan ini juga diisi dengan Senam Bersama dan Makan-makan bersama, membangun keakraban dan suasana belajar yang menyenangkan.

Regard#

One Reply to “Sehari Belajar di Luar Kelas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *